Kamis, 07 Maret 2013

Resensi Film MIKA

Mika bicara tentang ketidaksempurnaan. Sejak awal film, penonton mendapati para protagonisnya menanggung keterbatasan fisik. Indi (Velove Vexia) divonis dokter mengidap skoliosis, Mika (Vino G Bastian) mengaku dirinya terjangkit virus HIV. Keduanya berkenalan di pinggir danau, tempat Indi berlibur bersama keluarganya. Terjalinlah sebuah kisah kasih remaja yang sebenarnya klise, namun unggul dalam pengerjaannya.
Kekuatan Mika adalah sikap dasar pembuat filmnya. Lasja F Susatyo tak ingin membenamkan Indi dan Mika dalam melankoli tak berkesudahan. Penyakit Mika memang berujung pada kematian, namun itu tidak dipahami sebagai tragedi di sini. Hal tersebut malah diperlakukan sebagai motivasi bagi kedua protagonis untuk sama-sama melampaui keterbatasannya. Read More

Tidak ada komentar:

Posting Komentar